Download File *.Doc  

BAB I :PENDAHULUAN

  1. Sejarah
  2. Perkembangan Bidang Akademik
  3. Visi, Misi, Dasar dan Tujuan Pendidikan

BAB II:MACAM PENERIMAAN MAHASISWA BARU DAN MACAM PROGRAM STUDI

  1. Macam Penerimaan Mahasiswa Baru
  2. Macam Program Studi

BAB III : SISTEM PENDIDIKAN

  1. Pengertian Dasar Sistem Kredit Semester (SKS)
  2. Nilai Kredit dan Beban Studi
  3. Kurikulum
  4. Penilaian Kemampuan Akademik
  5. Sanksi Akademik
  6. Ujian Tugas Akhir Program Diploma, Sarjana, Pascasarjana dan Ujian Profesi
  7. Evaluasi Keberhasilan Studi
  8. Evaluasi Keberhasilan Studi Program Diploma, Dokter dan Spesialis I
  9. Batas Masa Studi
  10. Program Semester Pendek pada Program Sarjana
  11. Kuliah antar Fakultas

BAB IV:ADMINISTRASI PENDIDIKAN

  1. Syarat-syarat Administrasi Sistem Kredit
  2. Pelaksanaan Administrasi Sistem Kredit
  3. Registrasi Mahasiswa
  4. Ketentuan Pembayaran Biaya Studi
  5. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  6. Mutasi Mahasiswa
  7. Perpindahan Mahasiswa ke Unibraw
  8. Perpindahan Mahasiswa Antar Fakultas di Unibraw
  9. Perpindahan Mahasiswa Antar Jurusan dalam satu Fakultas di Unibraw
  10. Perpindahan Mahasiswa Antar Program Studi
  11. Alih Program Diploma III Ke Program Sarjana
  12. Peraturan Alih Program Dari Program Diploma I Bahasa Inggris Ke Program Diploma III Bahasa Inggris Unibraw
  13. Kelulusan Pascasarjana, Sarjana dan Program Diploma

BAB V :TATA TERTIB KELUARGA BESAR UNIBRAW

  1. Ketentuan Umum
  2. Hak dan Kewajiban
  3. Tata Krama Pergaulan dan Tanggungjawab
  4. Pelanggaran Terhadap Tata Tertib
  5. Sanksi
  6. Panitia Pertimbangan Pelanggaran Tata Tertib (PANTIB)
  7. Ketentuan Tambahan

BAB VI :BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) DANPENASEHAT AKADEMIK (PA)

  1. Bimbingan dan Konseling
  2. Penasehat Akademik

BAB VII :PELAYANAN PERPUSTAKAAN, MATA KULIAH UMUM , KOMPUTER DAN
BIDANG STUDI BAHASA

  1. Pelayanan Perpustakaan
  2. Pelayanan UPT MKU
  3. Pelayanan UPT Pusat Komputer
  4. Pelayanan UPT Bidang Studi Bahasa

Lampiran :
1.Salinan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 178/U/2001 Tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi

TIM PENYUSUN PEDOMAN

 
 
  

Bab III
Sistem Pendidikan

Universitas Brawijaya secara formal telah menganut Sistem Kredit Semester (SKS) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 22/SK/1976 tanggal 3 Mei 1976. Dengan memperhatikan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan Keputusan Mendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta memperhatikan pula Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kredit Untuk Perguruan Tinggi, Pedoman Penyelenggaraan Proses Pendidikan Tinggi atas dasar Sistem Kredit Semester dan Petunjuk untuk Tenaga Pengajar dalam Sistem Penyelenggaraan Pendidikan atas dasar Sistem Kredit Semester, maka diterbitkan Pedoman Pelaksanaan SKS untuk Universitas Brawijaya.

Universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi, harus selalu memperhatikan enam faktor yaitu:  

  1. Mahasiswa sebagai peserta didik, yang secara kodrati memiliki perbedaan-perbedaan individual baik dalam bakat, minat maupun kemampuan akademik.
  2. Tuntutan kebutuhan masyarakat akan tenaga ahli yang semakin meningkat.
  3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.
  4. Sarana pendidikan seperti : ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium yang memadai.
  5. Tenaga administrasi yang mempengaruhi kelancaran penyelenggaraan acara-acara pendidikan.
  6. Dosen sebagai pelaksana pendidikan yang dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar atas dasar SKS, merupakan komponen yang sangat mempengaruhi hasil proses itu.

Dengan demikian maka sistem pendidikan yang tepat ialah sistem pendidikan yang memperhatikan dan mempertimbangkan secara optimal keenam faktor tersebut. Salah satu sistem yang dipandang sesuai ialah Sistem Kredit Semester.

A.Pengertian Dasar Sistem Kredit Semester (SKS)

  1. Sistem Kredit
    1. Sistem kredit ialah suatu sistem penghargaan terhadap beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program pendidikan yang dinyatakan dalam kredit.
    2. Kredit adalah suatu unit atau satuan yang menyatakan isi suatu mata kuliah secara kuantitatif.
    3. Ciri-ciri sistem kredit ialah :
      1. Dalam sistem kredit, tiap-tiap matakuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.
      2. Banyaknya nilai kredit untuk matakuliah yang berlainan tidak perlu sama.
      3. Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing matakuliah ditentukan atas dasar besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam kegiatan perkuliahan, praktikum, kerja lapangan atau tugastugas lain.
  2. Sistem Semester
    1. Sistem semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang menggunakan satuan waktu  tengah tahunan yang disebut semester.
    2. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu kegiatan pendidikan dalam suatu jenjang/program pendidikan tertentu. Satu semester setara dengan 16 – 19 minggu kerja dalam arti minggu perkuliahan efektif termasuk ujian akhir, atau sebanyak-banyaknya 22 minggu kerja termasuk waktu evaluasi ulang dan minggu tenang.
    3. Penyelenggaraan pendidikan dalam satu semester terdiri dari kegiatan-kegiatan perkuliahan, seminar, praktikum, kerja lapangan, dalam bentuk tatap muka, serta kegiatan akademik terstruktur dan mandiri.
    4. Dalam setiap semester disajikan sejumlah matakuliah dan setiap matakuliah mempunyai bobot yang dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks), sesuai dengan yang ditetapkan dalam kurikulum fakultas masing-masing.
  3. Sistem Kredit Semester (SKS)
    1. SKS adalah suatu sistem kredit yang diselenggarakan dalam satuan waktu semester.
    2. SKS mempunyai dua tujuan yang sangat penting yaitu :
      1. Tujuan Umum
        Agar Perguruan Tinggi dapat lebih memenuhi tuntutan pembangunan, maka perlu disajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel. Dengan cara tersebut akan memberi kemungkinan lebih luas kepada setiap mahasiswa untuk menentukan dan mengatur kurikulum dan strategi proses belajar mengajarnya agar diperoleh hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengan rencana dan kondisi masing-masing peserta didik.
      2. Tujuan Khusus
        1. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
        2. Memberi kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil matakuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
        3. Memberi kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output yang majemuk dapat dilaksanakan.
        4. Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.
        5. Memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
        6. Memberi kemungkinan pengalihan (transfer) kredit antar Program Studi atau antar Fakultas dalam suatu Perguruan Tinggi atau antar Perguruan Tinggi.
        7. Memungkinkan perpindahan mahasiswa dari Perguruan Tinggi satu ke Perguruan Tinggi lain atau dari suatu Program Studi ke Program Studi lain dalam suatu Perguruan Tinggi tertentu.
    3. Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa dalam suatu semester serta besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa, serta besarnya usaha untuk penyelenggaraan program pendidikan di Perguruan Tinggi khususnya bagi dosen.
    4. Setiap matakuliah atau kegiatan akademik lainnya, disajikan pada setiap semester dengan ditetapkan harga satuan kredit semesternya yang menyatakan bobot kegiatan dalam matakuliah tersebut.

B.Nilai Kredit dan Beban Studi

  1. Nilai Kredit Semester untuk Perkuliahan
    Untuk perkuliahan, nilai satu satuan kredit semester ditentukan berdasarkan  beban kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan per minggu sebagai berikut :
    1. Untuk mahasiswa
      • Lima puluh menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen, misalnya dalam bentuk kuliah, seminar dan sebagainya.
      • Enam puluh  menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya dalam bentuk mengerjakan pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal.
      • Enam puluh  menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi.
    2. Untuk Dosen
      • Lima puluh  menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa.
      • Enam puluh  menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.
      • Enam puluh  menit pengembangan materi kuliah.
  2. Nilai Kredit Semester Untuk Seminar
    Untuk penyelenggaraan seminar, di mana mahasiswa diwajibkan memberikan penyajian pada suatu forum, nilai 1 (satu) satuan kredit semester sama seperti pada penyelenggaraan kuliah, yaitu berupa acara 50 (lima puluh) menit tatap muka per minggu.
  3. Nilai Kredit Semester Untuk Praktikum, Penelitian dan Kerja Lapangan
    Nilai satu satuan kredit semester sama dengan penyelesaian kegiatan selama dua sampai lima jam per minggu selama satu semester atau keseluruhannya  32 sampai 80 jam per semester.
    1. Nilai Kredit Semester untuk Praktikum di Laboratorium.
      Untuk praktikum di laboratorium, nilai 1 (satu) satuan kredit semester adalah beban tugas di laboratorium sebanyak dua sampai tiga jam per minggu selama satu semester.
    1. Nilai Kredit Semester untuk Penelitian, Penyusunan Skripsi, Tesis dan Disertasi.
      Nilai satu satuan kredit semester adalah beban tugas penelitian sebanyak tiga sampai empat jam sehari selama satu bulan, di mana satu bulan dianggap setara dengan 25 hari kerja.
    2. Nilai Kredit Semester untuk Kerja Lapangan dan yang sejenisnya.
      Untuk kerja lapangan dan yang sejenisnya, nilai satu satuan kredit semester adalah beban tugas di lapangan sebanyak empat sampai lima jam per minggu selama satu semester.
  4. Beban Studi Dalam Semester
    Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Pada umumnya orang bekerja rata-rata 6-8 jam selama enam hari berturut-turut. Seorang mahasiswa dituntut bekerja lebih lama sebab tidak saja ia bekerja pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Kalau dianggap seorang mahasiswa normal bekerja rata-rata siang hari    6-8 jam dan malam hari dua jam selama enam hari berturut-turut, maka seorang mahasiswa diperkirakan memiliki waktu belajar sebanyak 8-10 jam sehari atau 48-60 jam seminggu.

    Oleh karena satu satuan kredit semester kira-kira setara dengan tiga jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 16-20 sks atau sekitar 18 sks. Dalam menentukan beban studi satu semester, perlu diperhatikan kemampuan individu berdasarkan hasil studi seorang mahasiswa pada semester sebelumnya yang diukur dengan parameter indeks prestasi.
    Besarnya indeks prestasi (IP) dapat dihitung sebagai berikut :
    n
    S  Ki.  NAi
    i  =  1  
    IP  =    ————
    n
    S  Ki
    i  =  1
    di mana :        
    IP        adalah Indeks Prestasi, dapat berupa indeks prestasi semester atau indeks prestasi kumulatif.
    K         adalah jumlah sks masing-masing mata kuliah.
    NA      adalah nilai akhir masing-masing matakuliah.
    n adalah banyaknya matakuliah yang diambil.

    Besarnya beban studi pada semester pertama ditentukan sama untuk setiap mahasiswa, kemudian dengan IP yang dicapai pada semester tersebut diperhitungkan beban studi pada semester berikutnya dengan berpedoman pada tabel berikut ini
    Indeks Prestasi (IP)       Beban studi (sks)
    ≥          3,00   22  -  24
    2,50  -  2,99   19  -  21
    2,00  -  2,49   16  -  18
    1,50  -  1,99   12  -  15
    < 1,50     < 12 

 

C.Kurikulum

Pengaturan kurikulum sebagai pedoman proses belajar mengajar di Universitas Brawijaya mengacu pada SK. Mendiknas Nomor 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan SK Dirjen DIKTI Nomor 43/DIKTI/2006

  1. Kurikulum Program Diploma dan Sarjana terdiri atas :
    1. Kelompok Mata Kuliah muatan nasional
      1. Agama (3 sks)
      2. Kewarganegaraan (3 sks)
      3. Bahasa Indonesia (3 sks)
      4. Bahasa Inggris (3 sks)
    2. Kelompok Mata Kuliah muatan universitas
      1. Tugas Akhir Skripsi sekurang-kurangnya 4 sks
      2. Kuliah Kerja Nyata (2-3 sks) minimal 1 bulan
      3. Kapita Selekta Kewirausahaan (Dasar Komunikasi, Leadership dan Kewirausahaan minimal 3 sks). 
    3. Kelompok Mata Kuliah muatan fakultas/program studi
      Mata Kuliah muatan fakultas akan diatur dalam Pedoman Pendidikan Fakultas.
  2. Kurikulum Program Pascasarjana dimuat dalam Pedoman Pendidikan pada masing-masing Penyelenggara Program Pascasarjana

D.Penilaian Kemampuan Akademik

  1. Program Diploma dan Sarjana
    1. Ketentuan Umum
      1. Kegiatan penilaian kemampuan akademik suatu matakuliah dilakukan melalui tugas terstruktur, kuis, ujian tengah semester, ujian akhir semester dan penilaian kegiatan praktikum.
      2. Kegiatan terstruktur dalam kegiatan penilaian kemampuan akademik sesuatu matakuliah pada suatu semester dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam satu semester.
      3. Ujian tengah semester dan akhir semester dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dalam kalender akademik.
      4. Penilaian melalui tugas tugas terstruktur, kuis, ujian tengah semester, ujian akhir semester dan ujian praktikum dimaksudkan untuk menentukan nilai akhir (NA) dengan pembobotan tertentu.
    2. Nilai Akhir
      1. Penilaian keberhasilan studi mahasiswa untuk setiap matakuliah didasarkan pada tiga alternatif penilaian, sebagai berikut :
        1. Menggunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu dengan cara menentukan batas kelulusan.
        2. Menggunakan sistem Penilaian Acuan Normal (PAN), yaitu dengan cara membandingkan nilai seorang mahasiswa dengan nilai kelompoknya.
        3. Menggunakan sistem gabungan antara PAP dan PAN, yaitu menentukan nilai batas kelulusan terlebih dahulu, kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif dengan kelompoknya. Disarankan dalam sistem penilaian menggunakan PAN atau gabungan antara PAN dan PAP.
      2. Hasil penilaian akhir matakuliah dinyatakan dengan Huruf Mutu (HM) dan Angka Mutu (AM) seperti tertera pada tabel berikut :
      3. Huruf Mutu

        Angka Mutu

        Golongan Kemampuan

        A

        4

        Sangat Baik

        B+

        3,5

        Antara Sangat Baik dan Baik

        B

        3

        Baik

        C+

        2,5

        Antara Baik dan Cukup

        C

        2

        Cukup

        D+

        1,5

        Antara Cukup dan Kurang

        D

        1

        Kurang

        E

        0

        Gagal

      4. Pemberian Nilai pada setiap kegiatan dapat dilakukan dengan Huruf Mutu (E-A) yang kemudian dikonversikan ke Angka Mutu (0-4).
      5. Bobot suatu kegiatan penilaian matakuliah ditentukan menurut perimbangan materi kegiatan dengan materi matakuliah secara keseluruhan dalam satu semester.
      6. Penghitungan Nilai Akhir dilakukan dengan memberikan bobot pada setiap kegiatan perkuliahan dalam semester tersebut dengan menggunakan rumus:
          n
        S Bti.Nti+Bqi.Nqi+Bm.Nm+Ba.Na+Bp.Np
        i= 1
        NA=  ———
        n
        S  Bti+Bqi+Bm+Ba+Bp
        i = 1

        dengan :
        Bti  adalah bobot nilai tugas terstruktur ke i
        Bqi  adalah bobot nilai kuis ke i
        Bm  adalah bobot nilai ujian tengah semester
        Ba  adalah bobot nilai ujian akhir semester
        Bp  adalah bobot nilai praktikum
        Nti, Nqi, Nm, Na, Np adalah nilai setiap kegiatan akademik

      7. Dari hasil perhitungan rumus pada butir(5), apabila diperlukan konversi ke Huruf Mutu, dapat digunakan acuan sebagai berikut :
      8. Kisaran Nilai

        Huruf Mutu

        >80-100

        A

        >75-80

        B+

        >69-75

        B

        >60-69

        C+

        >55-60

        C

        >50-55

        D+

        >44-50

        D

        0-44

        E

    3. Ujian Perbaikan dan ujian khusus
      1. Ujian perbaikan dan ujian khusus ditujukan untuk memperbaiki nilai akhir sesuatu matakuliah yang pernah ditempuh dengan :
        1. Mengikuti semua kegiatan akademik yang berkaitan dengan perkuliahan pada semester dimana matakuliah yang akan diperbaiki ditawarkan. Ujian perbaikan diperuntukan bagi matakuliah dengan nilai paling tinggi C, sedangkan nilai akhir diambil yang terbaik.
        2. Ujian khusus bagi mahasiswa yang telah mengumpulkan kredit 144-160 sks dan telah menyelesaikan tugas akhirnya tetapi IPK yang diperoleh kurang dari 2,00
      2. Ujian khusus berlaku untuk matakuliah dengan nilai maksimum C+.
    4. Ujian Susulan
      Ujian susulan dapat diselenggarakan berdasarkan ketentuan fakultas atau Program Pasca Sarjana
  2. Program Pasca sarjana
    1. Program Magister
      Untuk menilai prestasi mahasiswa dalam kegiatan akademik digunakan ketentuan sebagai berikut :
      1. Penilaian hasil ujian suatu mata kuliah dilakukan oleh masing-masing dosen (atau tim dosen) dengan menggunakan Huruf Mutu (HM) dan Angka Mutu (AM) sebagai berikut :
        1. Nilai angka

          Huruf Mutu

          Angka Mutu

          Gabungan Kemampuan

          > 80 - 100

          A

          4

          Sangat Baik

          > 75 - 80

          B+

          3,5

          Antara Sangat  dan Baik

          > 69 - 75

          B

          3

          Baik

          > 60 - 69

          C+

          2,5

          Antara Baik dan Cukup

          > 55 - 60

          C

          2

          Cukup

          > 50 - 55

          D+

          1,5

          Antara Cukup dan Kurang

          > 44 - 50

          D

          1

          Kurang

          0 - 44

          E

          0

          Gagal

      1. Nilai akhir  bagi mata kuliah  yang diampu oleh lebih dari satu dosen merupakan nilai gabungan dari semua dosen yang digabungkan oleh dosen koordinatornya.
      2. Nilai akhir mata kuliah merupakan gabungan nilai tugas terstruktur dan/atau tugas mandiri, nilai ujian tengah semester dan nilai ujian akhir. Selanjutnya nilai akhir ditentukan dengan kriteria butir (1).
    1. Program Doktor
      Untuk menilai prestasi mahasiswa dalam kegiatan akademik, digunakan ketentuan sebagai berikut :
      1. Penilaian hasil ujian suatu mata kuliah diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing dosen pengampu mata kuliah Sistem penilaiannya adalah A,B+, B,C+,C,D+,D dan E ; di mana A = 4; B+ = 3,5 ; B = 3; C+ =2,5 ; C = 2; D+ = 1,5 ;D = 1 dan E = 0 (gagal).
      2. Nilai akhir bagi mata kuliah yang diampu oleh lebih dari satu dosen merupakan nilai gabungan dari semua dosen yang digabungkan oleh dosen koordinatornya.
      3. Nilai akhir merupakan gabungan nilai;tugas-tugas terstruktur, ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Selanjutnya nilai akhir ditentukan dengan kriteria pada butir (1).

E.Sanksi Akademik

Sanksi akademik dikenakan kepada mahasiswa Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana yang melakukan pelanggaran ketentuan akademik :

  1. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan kurang dari 80%, tidak diperbolehkan menempuh ujian akhir semester untuk matakuliah yang bersangkutan.
  2. Mahasiswa yang membatalkan sesuatu matakuliah di luar waktu yang telah ditentukan, maka matakuliah tersebut tidak dapat dibatalkan dan tetap diperhitungkan untuk menentukan IP.
  3. Mahasiswa yang curang dalam ujian, dikenakan sanksi yang dapat berupa pembatalan seluruh rencana studi semesternya atau berupa sanksi lainnya yang ditetapkan oleh Dekan.
  4. Mahasiswa yang mengerjakan ujian mahasiswa lain dan atau mahasiswa yang ujiannya dikerjakan orang lain akan dikenai sanksi pembatalan ujian semua matakuliah dalam semester yang bersangkutan.
  5. Mahasiswa yang melakukan perubahan KRS secara tidak sah akan dikenai sanksi pembatalan KRS untuk semua matakuliah dalam semester yang bersangkutan.
  6. Mahasiswa yang melakukan perubahan nilai secara tidak sah akan dikenai sanksi skorsing paling lama 2 (dua) semester dan tidak diperhitungkan sebagai terminal.
  7. Mahasiswa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut apabila disertai ancaman kekerasan atau pemberian sesuatu, atau janji atau tipu muslihat akan dikenai sanksi dikeluarkan dari Fakultas.
  8. Mahasiswa yang diketahui melakukan kecurangan dalam pembuatan skripsi, maka skripsi dan nilai ujian Tugas Akhirnya dibatalkan.
  9. Mahasiswa yang terbukti melakukan tindak pidana yang dikuatkan dengan putusan Pengadilan, dikenakan sanksi akademik berupa :
    -Skorsing bila dipidana kurang dari setahun.
    -Diberhentikan sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya bila dipidana lebih dari setahun.

F.Ujian Tugas Akhir Program Diploma, Sarjana, Pascasarjana dan Ujian Profesi.

Pendidikan program diploma, sarjana, pascasarjana, spesialis I, dan profesi di Universitas Brawijaya, diselenggarakan dengan sistem kredit semester dan diakhiri dengan ujian tugas akhir.

  1. Ujian Tugas Akhir Program Diploma
    Untuk menempuh ujian tugas akhir program diploma, seorang mahasiswa ditugaskan membuat tugas akhir yang dapat berbentuk karya ilmiah, yaitu laporan di bidang ilmunya yang ditulis berdasarkan hasil kerja lapang/praktek kerja nyata atau tugas lain yang ditentukan oleh fakultas masing-masing.
    1. Syarat-syarat Membuat Tugas Akhir.
      1. Seorang mahasiswa diperkenankan membuat tugas akhir program diploma bilamana memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
      2. Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan.
      3. Mengumpulkan sejumlah sks tertentu sesuai dengan yang ditetapkan fakultas masing-masing.
      4. IP Kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.
      5. Tidak ada nilai akhir E.
      6. Memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan fakultas masing-masing.
    2. Tata Cara dan Metode Pembuatan Tugas Akhir.
      Tata cara dan metode pembuatan tugas akhir ditentukan fakultas masing-masing.
    3. Nilai Kredit Tugas Akhir.
      Nilai Kredit Tugas Akhir sekurang-kurangnya 3 (tiga) sks.
    4. Waktu Penyelesaian Tugas akhir.
      1. Tugas akhir harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan sejak SK Tugas Akhir dikeluarkan oleh Dekan atau Ketua Program.
      2. Perpanjangan waktu, harus mendapat persetujuan Dekan/Ketua Program dengan tata cara yang ditentukan fakultas masing-masing.
    5. Pembimbing Tugas Akhir.
      Untuk membuat tugas akhir, seorang mahasiswa dibimbing oleh seorang pembimbing.
      1. Syarat-syarat Pembimbing.
        Dosen yang berhak membimbing tugas akhir serendah-rendahnya mempunyai jabatan fungsional akademik Lektor Kepala bagi pemegang ijazah S-1 (Sarjana), Lektor bagi pemegang ijazah  minimal S-2 (Magister) atau Asisten Ahli bagi pemegang ijazah S-3 (Doktor). Penentuan Pembimbing di luar persyaratan di atas ditentukan oleh Dekan/Ketua Program atas usul Ketua Jurusan/    Program Studi.
      2. Penentuan Tenaga Pembimbing.
        Dekan menentukan pembimbing atas usul Ketua Program/Ketua Jurusan.
        Dosen luar biasa/dosen tamu dapat diusulkan menjadi pembimbing.
      3. Tugas dan Kewajiban Pembimbing.
        Tugas dan kewajiban Pembimbing adalah :
        1. Membantu mahasiswa dalam mencari permasalahan yang dijadikan dasar pembuatan tugas akhir.
        2. Membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan tugas akhir.
        3. Membimbing mahasiswa dalam penulisan tugas akhir.
    6. Sifat dan Tujuan Ujian Tugas Akhir Program Diploma
      1. Ujian tugas akhir program diploma adalah ujian terakhir yang wajib ditempuh mahasiswa sebagai syarat untuk mendapatkan sebutan  Professional Diploma.
      2. Ujian tugas akhir program diploma bersifat komprehensif.
      3. Ujian tugas akhir program diploma dilaksanakan secara lisan dan bertujuan untuk mengevaluasi mahasiswa dalam penerapan bidang keahliannya.
    7. Syarat-syarat Menempuh Ujian Tugas Akhir Program Diploma
      Seorang mahasiswa diperkenankan menempuh ujian tugas akhir program diploma bilamana memenuhi syarat-syarat :
      1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan.
      2. Mengumpulkan  sejumlah  sks  tertentu sesuai dengan yang ditetapkan fakultas masing-masing.
      3. IP Kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.
      4. Tidak ada nilai akhir E.
      5. Nilai D/D+ tidak melebihi 10 % dari beban kredit total.
      6. Telah menyelesaikan tugas akhir.
      7. Memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan fakultas masing-masing.
    8. Tata Cara Permohonan Ujian Tugas Akhir.
      Tata cara permohonan ujian tugas akhir ditentukan oleh fakultas masing-masing dengan memperhatikan persyaratan administrasi dan akademik.
    9. Majelis Penguji.
      1. Majelis Penguji ditunjuk oleh Dekan atas usul Ketua Program.
      2. Susunan Majelis Penguji terdiri dari seorang Ketua merangkap anggota, seorang sekretaris merangkap anggota dan 1 orang anggota.
      3. Majelis Penguji adalah dosen yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
      4. Serendah-rendahnya mempunyai jabatan fungsional akademik Asisten Ahli bagi Sarjana atau Magister/sederajat. Penentuan Majelis Penguji di luar persyaratan di atas ditentukan oleh Dekan atas usul  Ketua Program.
      5. Anggota Penguji terdiri dari pembimbing dan atau bukan pembimbing.
      6. Penguji bukan pembimbing dapat diangkat dari dosen jurusan/instansi yang bidang ilmunya sesuai dengan tugas akhir mahasiswa.
      7. Tugas Majelis Penguji.
        1. Ketua  bersama  Sekretaris  Majelis  Penguji bertugas mengatur kelancaran pelaksanaan ujian.
        2. Majelis Penguji bertugas menguji  dan memberikan penilaian.
    10. Waktu Ujian.
      Waktu yang disediakan untuk ujian tugas akhir paling lama 90 (sembilan puluh) menit.
    11. Penilaian Ujian.
      1. Yang dinilai dalam ujian tugas akhir program diploma meliputi :
        1. Kualitas naskah tugas akhir
        2. Penampilan selama ujian
        3. Penguasaan materi ujian
      2. Penentuan Nilai Akhir
        Ketua Majelis Penguji memimpin musyawarah untuk menentukan nilai akhir ujian yang dinyatakan dengan huruf A, B+, B, C+, C, D+, D, atau E.
      3. Untuk dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir seorang mahasiswa  sekurang-kurangnya harus mencapai nilai C.
      4. Mahasiswa yang dinyatakan belum lulus ujian tugas akhir harus melaksanakan keputusan Majelis Penguji.

 

  1. Yudisium Diploma.
    1. Seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus program diploma bila telah memenuhi persyaratan seperti tersebut pada BAB III C dan tidak melampaui maksimum masa studi 5 tahun.
    2. Predikat Kelulusan
      Predikat kelulusan terdiri dari 3 tingkat yaitu : memuaskan, sangat memuaskan dan cumlaude yang dinyatakan pada transkrip akademik.
      Indeks Prestasi Kumulatif sebagai dasar menentukan predikat kelulusan adalah :
      1. IPK:2,00-2,75  = Memuaskan
      2. IPK:2,76-3,50  = Sangat Memuaskan
      3. IPK:3,51-4,00  = Cumlaude(Dengan Pujian)
        Predikat cumlaude ditentukan juga dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu 3,5 Tahun (7 semester)
  2. Ujian Tugas Akhir Program  Sarjana
    Tugas Akhir Program Sarjana
    Untuk menempuh ujian tugas akhir program sarjana, seorang mahasiswa ditugaskan membuat tugas akhir yang berbentuk skripsi, yaitu karya ilmiah di bidang ilmunya yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, studi kepustakaan, praktek kerja lapangan, magang kerja, atau tugas lain yang ditentukan oleh fakultas masing-masing.
    1. Syarat-syarat membuat Tugas akhir.
      Seorang mahasiswa diperkenankan membuat tugas akhir bilamana memenuhi syarat-syarat sebagai   berikut :
      1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan.
      2. Mengumpulkan sejumlah sks tertentu sesuai dengan yang ditetapkan fakultas masing-masing.
      3. IP Kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.
      4. Tidak ada nilai akhir E.
      5. Nilai D/D+ tidak boleh melebihi 10 % beban kredit total
      6. Memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan fakultas masing-masing.
    2. Tata cara dan metode pembuatan Tugas Akhir.
      Tata cara dan metode pembuatan tugas akhir diatur dalam Buku Pedoman Fakultas masing-masing.
    3. Nilai Kredit Tugas Akhir.
      Nilai kredit tugas akhir program sarjana sekurang-kurangnya 4 (empat) sks; untuk program magister (S2) sekurang-kurangnya 9 (sembilan) sks,untuk program doktor (S3) sekurang-kurangnya 28 (dua delapan) sks dan program diploma III sekurang-kurangnya 4 (empat) sks.
    4. Waktu Penyelesaian Tugas Akhir.
      1. Tugas akhir harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan sejak tugas akhir diprogramkan dalam KRS.
      2. Perpanjangan waktu, harus dapat persetujuan Dekan/Ketua Jurusan dengan tata cara yang ditentukan fakultas masing-masing.
    5. Pembimbing Tugas Akhir.
      Untuk membuat tugas akhir, seorang mahasiswa dibimbing oleh 2 atau 3 orang yang terdiri dari seorang Pembimbing Utama dan seorang atau 2 orang pembimbing pendamping.
      Penyimpangan persyaratan di atas ditentukan oleh Dekan atas usul Ketua Jurusan.
    6. Syarat-syarat Pembimbing.
      • Pembimbing Utama serendah-rendahnya mempunyai jabatan fungsional akademik Lektor, dengan tambahan gelar Magister/sederajat.
      • Pembimbing Pendamping serendah-rendahnya mempunyai jabatan fungsional Lektor dengan tambahan gelar Magister/sederajat atau Asisten Ahli dengan tambahan gelar Doktor/sederajat.
      • Penentuan pembimbing di luar persyaratan di atas ditentukan oleh Dekan/Ketua Program atas usul Ketua Jurusan/Program Studi.
    7. Penentuan Pembimbing.
      Dekan/Ketua Program/Bagian menentukan Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping atas usul Ketua Jurusan/Ketua Program Studi. Dosen luar biasa/dosen tamu dapat diusulkan menjadi Pembimbing Utama atau Pembimbing Pendamping.
    8. Tugas dan Kewajiban Pembimbing.
      Tugas dan kewajiban Pembimbing Utama adalah :
      1. Membantu mahasiswa dalam mencari permasalahan yang dijadikan dasar pembuatan tugas akhir.
      2. Membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan tugas akhir.
      3. Membimbing mahasiswa dalam penulisan tugas akhir.
        Tugas dan kewajiban Pembimbing Pendamping adalah membantu Pembimbing Utama dalam melaksanakan bimbingan tugas akhir mahasiswa.
  3. Sifat dan Tujuan Ujian Tugas Akhir Program Sarjana.
    1. Ujian tugas akhir program sarjana adalah ujian terakhir yang wajib ditempuh mahasiswa sebagai syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan.
    2. Ujian tugas akhir program sarjana bersifat komprehensif.
    3. Ujian dilaksanakan secara lisan dan bertujuan untuk mengevaluasi mahasiswa dalam penguasaan ilmu dan penerapan teknologi sesuai dengan bidang keahliannya.
    4. Ujian tugas akhir program sarjana juga bertujuan membekali mahasiswa terhadap hal-hal yang dianggap lemah
  4. Syarat-syarat Menempuh Ujian Tugas Akhir Program Sarjana.
    Seorang mahasiswa diperkenankan menempuh Ujian Tugas Akhir program sarjana bilamana memenuhi syarat-syarat:
    1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan.
    2. Mengumpulkan sejumlah sks tertentu sesuai dengan yang ditetapkan fakultas masing-masing.
    3. IP Kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.
    4. Tidak ada nilai akhir E.
    5. Telah menyelesaikan Tugas Akhir.
    6. Memiliki sertifikat Bahasa Inggris dengan nilai TOEIC minimal 500 atau Institutional TOEFL Program minimal 450.      
    7. Memiliki sertifikat kursus Komputer minimal 2 program aplikasi
    8. Memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan fakultas masing-masing.
  5. Tata cara Permohonan Ujian Tugas akhir Program Sarjana.
    Tata cara permohonan ujian tugas akhir ditentukan oleh fakultas masing-masing dengan memperhatikan persyaratan administrasi dan akademik.
  6. Majelis Penguji Ujian Tugas Akhir Program Sarjana.
    1. Majelis penguji ditetapkan oleh Dekan atas usul Ketua Jurusan/Program Studi.
    2. Susunan majelis penguji terdiri dari seorang ketua merangkap anggota, seorang sekretaris merangkap anggota dan 1 – 3 orang anggota.
    3. Ketua dan sekretaris majelis penguji adalah Ketua dan Sekretaris Jurusan/Program Studi atau dosen lain yang ditunjuk oleh Ketua Jurusan.
    4. Majelis Penguji adalah dosen yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
    5. Serendah-rendahnya mempunyai jabatan fungsional Lektor Kepala bagi pemegang ijazah S-1 (Sarjana), Lektor bagi pemegang ijazah minimal     S-2 (Magister) atau Asisten Ahli bagi pemegang ijazah S-3 (Doktor).
    6. Penentuan majelis penguji di luar persyaratan di atas ditentukan oleh Dekan atas usul Ketua Jurusan.
    7. Anggota penguji dapat terdiri dari pembimbing dan atau bukan pembimbing.
    8. Penguji bukan pembimbing dapat diangkat dari instansi lain yang bidang ilmunya sesuai dengan tugas akhir mahasiswa yang ditentukan oleh Dekan atas usul Ketua Jurusan.
    9. Tugas Majelis Penguji Ujian Tugas Akhir Program Sarjana.
      1. Ketua bersama sekretaris majelis penguji bertugas mengatur kelancaran pelaksanaan ujian.
      2. Majelis penguji bertugas menguji dan memberikan penilaian.
  7. Waktu Ujian Tugas Akhir Program Sarjana.
    Waktu yang disediakan untuk ujian tugas akhir paling lama 2 (dua) jam.
  8. Penilaian.
    1. Yang dinilai dalam ujian tugas akhir  program sarjana  meliputi :
      1. Kualitas karya ilmiah (skripsi) yang meliputi bobot akademik dan tata cara penulisan.
      2. Penampilan selama ujian.
      3. Penguasaan materi yang ditunjukkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Majelis Penguji.
    2. Penentuan Nilai Akhir
      Ketua majelis penguji memimpin musyawarah untuk menentukan nilai akhir ujian yang dinyatakan dengan huruf A, B+, B, C+, C, D+, D atau E. Nilai akhir dari tugas akhir juga termasuk nilai pelaksanaan tugas akhir dan nilai seminar dengan bobot yang ditentukan oleh masing-masing fakultas.
    3. Untuk dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir program sarjana, seorang mahasiswa sekurang-kurangnya harus mencapai nilai C.
    4. Mahasiswa yang dinyatakan belum lulus ujian tugas akhir harus melaksanakan keputusan majelis penguji.
  9. Yudisium Sarjana.
    1. Seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir program sarjana bila telah memenuhi persyaratan seperti tersebut pada BAB IIIC dan tidak melampaui maksimum masa studi 7 (tujuh) tahun.
    2. Predikat.
      Prezdikat kelulusan terdiri dari 3 tingkat yaitu memuaskan, sangat memuaskan dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik. Indek prestasi kumulatif (IPK) sebagai dasar menentukan predikat kelulusan adalah :
      1. IPK 2,00 – 2,75 :  Memuaskan
      2. IPK 2,76 – 3,50 :  Sangat Memuaskan
      3. IPK 3,51 – 4,00 :  Cumlaude (Dengan Pujian)
        Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan juga dengan memperhatikan masa studi maksimum, untuk program sarjana maksimum 5 tahun      sedangkan untuk alih program (n+ 0,25 ) tahun. Dalam penentuan cumlaude fakultas dapat menetapkan aturan dengan memperpendek masa studi
  10. Ujian Tugas Akhir Program Pascasarjana
    1. Program Magister

      TESIS
      Tesis merupakan tugas akhir mahasiswa program magister, berupa karya tulis yang disusun berdasarkan atas hasil-hasil penelitian. Tesis disusun dengan cara dan format sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan penyusunannya dibimbing oleh Komisi Pembimbing. Bobot tesis sekurang-kurangnya 9 sks. 

      Tesis terdiri dari beberapa komponen, yaitu : (a) Pembuatan usulan penelitian (b) Ujian usulan penelitian, (c) Pelaksanaan penelitian (d) Penulisan artikel jurnal dan penulisan naskah tesis (e) Seminar hasil penelitian (makalah seminar berupa artikel jurnal) dan (f) Ujian tesis.
      Bobot penilaian komponen tesis adalah sbb:
      1. Usulan Penelitian        10 % 
      2. Pelaksanaan Penelitian     20 %
      3. Penulisan artikel jurnal dan seminar hasil penelitian  30 %
      4. Ujian akhir tesis          40 %
        Nilai untuk butir (ii) dan (iii) diberikan oleh Komisi Pembimbing, sedangkan butir (i) dan (iv) diberikan oleh tim penguji.
        Nilai diberikan sesuai dengan sistem yang berlaku.Nilai akhir merupakan rata-rata (sesuai  dengan pembobotan) dari nilai-nilai yang    disebutkan sebelumnya.

        Nilai lulus untuk ujian tesis minimum B. Apabila kurang dari nilai tersebut,   mahasiswa harus mengulangi ujian tesis dan diberi kesempatan satu kali ulangan. Apabila mahasiswa tidak lulus lagi maka yang bersangkutan diberi tugas khusus (atas persetujuan komisi pembimbing) untuk memperbaiki naskah tesisnya atau dinyatakan gagal dalam studi program Pascasarjana
        Perbaikan naskah tesis (berdasarkan saran-saran dari tim penguji tesis) harus diselesaikan paling lambat satu bulan setelah ujian tesis. Jika batas waktu perbaikan yang ditentukan habis dan perbaikan naskah tesis belum selesai dan mahasiswa tidak dapat mempertanggungjawabkan alasannya kepada Komisi Pembimbing maka Ketua Komisi Pembimbing dapat mengusulkan supaya mahasiswa yang bersangkutan menempuh ujian tesis lagi.

        Mahasiswa yang telah lulus ujian tesis, dan telah melakukan perbaikan dengan   persetujuan komisi pembimbing, dapat menggandakan naskah tesis tersebut sejumlah tertentu (untuk Komisi Pembimbing,  Penyelenggara Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya dan pihak lain yang memerlukan).  Naskah tesis  kemudian disahkan dengan ditandatangani oleh Komisi Pembimbing dan Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana .

        Syarat Kelulusan
        Mahasiswa dinyatakan lulus dari pendidikan Program Magister Universitas Brawijaya apabila:
        1. Sekurang-kurangnya telah menyelesaikan 36 sks (termasuk tesis) dengan IPK ≥ 2,75 dan tidak terdapat  nilai D.
        2. Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris TOEFL atau setara Institutional TOEFL dengan nilai minimum 450, yang didapat dari Lembaga Bahasa Inggris yang diakui oleh Penyelenggara Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
      5. Predikat Kelulusan
        Yudisium dilaksanakan setelah mahasiswa dapat menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dan administrasi. Mahasiswa yang dinyatakan lulus menerima predikat kelulusan sebagai berikut:

        1. Lulus dengan predikat Cumlaude: apabila IPK= 3,71-4,0 , tanpa nilai C, lama studi maksimum lima semester, Nilai Tesis = A, dan Nilai Ujian Tesis = A.
        2. Lulus dengan predikat Sangat memuaskan :
          1. Apabila IPK =  3,71 - 4,00  dan tidak memenuhi kriteria pada butir (1)
          2. Apabila IPK = 3,41- 3,70.
        3. Lulus dengan predikat Memuaskan : apabila IPK = 2,75 - 3,40.
    2. Program Doktor 
      Ujian kualifikasi adalah ujian yang diselenggarakan secara tertulis untuk menilai kemampuan akademik mahasiswa.  Komponen penilaian dalam ujian kualifikasi ini mencakup:
      1. Penguasaan metodologi penelitian di bidang ilmunya
      2. Penguasaan materi bidang ilmunya baik yang bersifat dasar maupun terapan.
      3. Kemampuan penalaran termasuk kemampuan untuk mengadakan abstraksi.
      4. Kemampuan sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran.
    3. Ujian kualifikasi diselenggarakan pada setiap awal semester disesuaikan dengan kesiapan  masing-masing program studi S3.
      Mahasiswa yang berhak dan wajib mengikuti ujian kualifikasi  pada periode tertentu akan diumumkan oleh Penyelenggara Program Pascasarjana.
      Pada dasarnya mahasiswa tersebut harus memenuhi persayaratan administratif dan akademik sebagai berikut :

      1. Terdaftar sebagai mahasiswa Pascasarjana pada semester yang berlaku.
      2. Telah menempuh mata kuliah dengan IPK minimum  3,00 untuk 12 sks terbaik, dan tanpa nilai D.

      Ujian kualifikasi dilaksanakan secara tertulis dan atau lisan.  Waktu ujian kualifikasi ditetapkan oleh program studi masing-masing. Mahasiswa dinyatakan lulus jika memperoleh nilai rata-rata minimal B. Apabila tidak lulus dalam ujian kualifikasi ini, mahasiswa diberi kesempatan mengikuti ujian kualifikasi ulangan.

      Ujian kualifikasi ulangan diselenggarakan minimal satu bulan setelah ujian kualifikasi yang pertama. Panitia Ujian Kualifikasi ulangan sama seperti panitia ujian kualifikasi yang pertama. Apabila mahasiswa tidak lulus dalam ujian ulangan ini, maka mahasiswa diberi kesempatan sekali lagi untuk mengikuti ujian kualifikasi periode berikutnya.

      Mahasiswa yang telah lulus ujian kualifikasi diwajibkan untuk segera mengusulkan calon  tim promotornya sesuai dengan tatacara yang berlaku. Selanjutnya mahasiswa segera menyusun usulan penelitian disertasi bersama-sama dengan  tim promotornya. Usulan penelitian disertasi yang telah mendapatkan persetujuan  tim promotor dapat diajukan  kepada Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana melalui Ketua Program Studi (KPS) untuk disahkan.
      Calon doktor (promovendus)adalah peserta program pendidikan doktor yang telah dinyatakan lulus ujian kualifikasi dan usulan penelitian disertasinya telah mendapat persetujuan dari Panitia Penilai Usulan Penelitian Disertasi.

    Disertasi

    Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan, atau menemukan jawaban baru bagi masalah-masalah ilmu pengetahuan, yang disusun oleh calon doktor di bawah pengawasan Promotor dan Ko-promotornya.

    Pada dasarnya disertasi dapat dinilai berdasarkan :  

    1. Originalitas dan sumbangan terhadap bidang ilmunya dan atau nilai penerapannya.
    2. Kemutakhiran metodologi dan pendekatan penelitian, kedalaman, penalaran dan penguasaan dasar teori.
    3. Sistematika pemikiran serta kecermatan perumusan masalah, pembahasan hasil penelitian, dan kesimpulan.

    Bobot disertasi antara 28 – 32 sks, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan akademik sbb:

    1. Penugasan khusus oleh  tim promotor
    2. Seminar akademik
    3. Penulisan artikel jurnal ilmiah untuk dipublikasikan
    4. Penyusunan disertasi, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan
    5. Penyusunan usulan penelitian disertasi
    6. Ujian kelayakan usulan penelitian disertasi
    7. Pelaksanaan penelitian untuk disertasi
    8. Seminar disertasi (format artikel jurnal ilmiah)
    9. Ujian disertasi.

    Penyusunan Usulan Penelitian Disertasi
    Usulan penelitian disertasi merupakan karya tulis mahasiswa yang berisi tentang rencana kegiatan penelitian sebagai tugas akhir dalam mengikuti studi pada program doktor di Program Pascasarjana. Usulan penelitian ditulis sesuai dengan pedoman penulisan yang berlaku, yang antara lain berisi :

    1. Pendahuluan, yang berisi tentang latar belakang penelitian,  fenomena-fenomena tertentu yang perlu dicermati, kerangka pemikiran dan perumusan permasalahan yang diajukan, maksud dan tujuan penelitian serta hipotesis (kalau ada) ;
    2. Tinjauan Pustaka, yang berisi tentang hasil analisis (review) kepustakaan (berasal dari jurnal, kumpulan artikel penelitian, laporan kemajuan penelitian dari lembaga) yang relevan dengan permasalahan penelitian yang diajukan;
    3. Metode Penelitian, yang antara lain berisi tentang metode yang digunakan oleh peneliti untuk menjawab permasalahan, penetapan contoh, variabel yang digunakan dan batasan operasionalnya, cara mengukurnya, metoda dan teknik analisis data, alat bantu analisis yang digunakan serta cara penyajian hasil analisis data.  Pada bab ini juga disajikan informasi tentang tempat dan waktu penelitian dan informasi lain yang relevan dengan pelaksanaan penelitian.
    4. Daftar Pustaka, yang berisi tentang daftar karya tulis ilmiah yang digunakan dalam menyusun usulan penelitian. Penulisan pustaka menurut abjad sebagaimana dicontohkan dalam tatacara penulisan kepustakaan dalam Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi di Program Pascasarjana.  

    Usulan penelitian dapat diajukan oleh mahasiswa yang telah menempuh kuliah wajib program studi, dengan IPK ≥ 3,00, tidak mempunyai  nilai D, dan telah lulus ujian kualifikasi.
    Usulan penelitian yang telah dikonsultasikan dan disetujui oleh tim promotor dapat segera diajukan untuk ujian kelayakan usulan penelitian disertasi.

    Ujian Kelayakan Usulan Penelitian Disertasi
    Ujian kelayakan usulan penelitian disertasi merupakan ujian yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Program Pascasarjana untuk mengevaluasi usulan penelitian disertasi yang diajukan oleh mahasiswa dan telah mendapatkan persetujuan tim promotor.

    Tata cara pengajuan ujian usulan penelitian disertasi dilakukan sebagai berikut :
    Ketua Komisi Pembimbing mengusulkan pelaksanaan ujian usulan penelitian kepada Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana melalui KPS. Berdasarkan usulan KPS, Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana menetapkan tiga tenaga akademik (berdasarkan pertim-bangan objektif penguji dapat ditambah lagi satu penguji yang memenuhi syarat akademik) sebagai penguji tambahan di luar tim promotor.

    Ujian usulan penelitian disertasi dipimpin oleh  tim promotor; apabila tim promotor tidak hadir karena sesuatu hal, ketua komisi dapat menugaskan salah satu anggota tim promotor untuk memimpin ujian. Ujian dapat dilaksanakan kalau dihadiri oleh minimal dua orang penguji selain tim promotor dan minimal dua orang dari tim promotor. Ujian tidak dapat dilaksanakan di luar forum ujian.

    Ujian usulan penelitian disertasi dilaksanakan selama ± 120 menit dengan materi ujian adalah naskah usulan penelitian. Komponen yang dinilai meliputi antara lain : latar belakang penelitian, permasalahan penelitian, konsep untuk menjawab masalah penelitian, metode penelitian, analisis kepustakaan dan kemampuan komprehensif mahasiswa dalam menyajikan dan mempertahankan isi dari usulan penelitiannya.

    Hasil akhir penilaian usulan penelitian disertasi ditetapkan secara musyawarah sesuai dengan nilai-nilai yang diberikan oleh panitia penilai usulan penelitian disertasi (tim penguji) dan diumumkan langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan.

    Batas nilai lulus untuk ujian ini minimum B. Apabila kurang dari nilai tersebut, mahasiswa diharuskan mengulang ujian usulan penelitian disertasi dalam waktu 1 - 2 bulan setelah ujian pertama. Apabila mahasiswa tidak lulus lagi dalam ujian ulangan ini maka tim promotor memberikan tugas khusus untuk memperbaiki usulan penelitian dan kemampuan akademik mahasiswa, selanjutnya mahasiswa masih diberi kesempatan untuk ujian usulan penelitian disertasinya pada semester berikutnya.
    Mahasiswa yang telah lulus ujian usulan penelitian disertasi diharuskan segera memperbaiki usulan penelitiannya sesuai dengan saran-saran dari panitia penilai usulan penelitian disertasi sambil berkonsultasi dengan komisi pembimbing.  Usulan penelitian disertasi yang telah disetujui oleh tim promotor disahkan oleh Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana sebagai Proposal Penelitian Disertasi. Selanjutnya mahasiswa yang bersangkutan dapat melakukan penelitian.

    Pelaksanaan Penelitian
    Pelaksanaan penelitian merupakan implementasi dari rencana kegiatan yang disusun dalam usulan penelitian disertasi yang telah lulus ujian dan disahkan oleh Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana.

    Penelitian dapat dilaksanakan di daerah / wilayah yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian dan disetujui oleh Tim Promotor. Sebelum melaksanakan kegiatan penelitian, mahasiswa harus menyelesaikan semua persyaratan akademik dan administrasi yang berlaku.
    Pelaksanaan penelitian wajib disupervisi oleh tim promotor atau yang mewakili, dengan tata cara yang diatur dalam SK Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana tentang Supervisi Penelitian oleh tim promotor. Mahasiswa diwajibkan menggunakan LOG-BOOK untuk mendokumentasikan proses / kegiatan penelitiannya dan sekaligus sebagai sarana komunikasi dengan tim promotornya.
    Mahasiswa yang telah selesai melaksanakan penelitian, secepatnya segera menyusun artikel jurnal (untuk bahan seminar hasil penelitian) dan naskah disertasi.

    Penulisan Artikel Jurnal dan Naskah Disertasi

    Artikel jurnal  yang dimaksud adalah karya tulis mahasiswa program doktor yang berupa artikel untuk publikasi jurnal yang didasarkan pada hasil penelitian disertasi.  Naskah artikel jurnal (dapat lebih dari satu artikel) yang telah disetujui oleh tim promotor digunakan sebagai bahan untuk seminar hasil penelitian.
    Naskah disertasi merupakan karya tulis mahasiswa didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan. Format penulisan naskah disertasi mengikuti Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi” pada  Penyelenggara Program Pascasarjana”. Naskah disertasi yang telah disetujui oleh tim promotor digunakan untuk bahan Ujian Disertasi.

    Seminar Disertasi
    Seminar disertasi merupakan kegiatan akademik yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa program doktor yang telah menyelesaikan penelitiannya pada Program Pascasarjana.
    Mahasiswa yang akan melakukan seminar disertasi berkonsultasi dengan Promotor mengenai jadwal seminar disertasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan seminar, selanjutnya  Promotor mengusulkan jadwal seminar untuk diproses lebih lanjut. (Tatacara pelaksanaan seminar disertasi secara lebih teknis ditetapkan oleh Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana.
    Seminar disertasi dilaksanakan oleh Penyelenggara Program Pascasarjana sebagai media komunikasi hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa program doktor dengan khalayak masyarakat ilmiah yang relevan.
    Seminar disertasi dipimpin oleh Ketua Majelis Penguji. Seminar disertasi diikuti oleh mahasiswa, dosen serta pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan disertasi yang diseminarkan tersebut. Bahan seminar berupa naskah artikel untuk publikasi jurnal yang telah disetujui oleh tim promotor.
    Artikel jurnal yang telah diseminarkan dan telah diperbaiki sesuai dengan saran-saran dari peserta seminar, akan didokumentasikan oleh  Penyelenggara Program Pascasarjana dan dikelompokkanmenjadi bidang ilmu hayati, ilmu keteknikan, ilmu-ilmu sosial dan ilmu ekonomi.
    Mahasiswa yang telah melakukan seminar disertasi dan naskah disertasinya telah disetujui tim promotor, bisa segera mengajukan Ujian Disertasi.
    Salah satu persyaratan ujian disertasi adalah mahasiswa telah mempublikasi dua artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi atau satu artikel ilmiah pada jurnal internasional, minimal menunjukkan surat keterangan dari redaksi jurnal bahwa artikelnya siap dipublikasikan.

    Ujian Disertasi
    Ujian disertasi merupakan salah satu kegiatan akademik mahasiswa program doktor yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Program Pascasarjana  untuk menilai disertasi yang diajukan oleh mahasiswa dan telah disetujui oleh tim promotor. Pimpinan Penyelenggara Pascasarjana berdasarkan usulan KPS, menetapkan Majelis Penguji Disertasi. Ketentuan mengenai jumlah serta persyaratan Anggota dan Ketua Majelis Penguji Disertasi diatur oleh Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana.

    Ujian disertasi ini dipimpin oleh tim promotor. Ujian tidak dapat dilaksanakan di luar forum ujian.
    Ujian disertasi dilaksanakan selama ± 180 menit.
    Komponen ujian disertasi meliputi :

    1. sumbangan hasil penelitian terhadap perkembangan IPTEK dan pembangunan
    2. penguasaan metode penelitian
    3. penguasaan substansi keilmuannya
    4. kemampuan promovendus dalam menyampaikan argumentasi ilmiah 
    5. penulisan disertasi.

    Hasil akhir ujian disertasi ini ditetapkan secara musyawarah sesuai dengan nilai-nilai yang diberikan oleh semua anggota Majelis Penguji Disertasi dan diumumkan langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan. Nilai disertasi meliputi komponen:

    1. Usulan penelitian disertasi
    2. Pelaksanaan penelitian
    3. Artikel jurnal untuk seminar hasil penelitian
    4. Ujian Disertasi

    Batas “nilai lulus” dalam ujian disertasi ini  minimum B. Apabila kurang dari nilai tersebut, mahasiswa harus mengulang dan diberi kesempatan 1 (satu) kali ulangan Ujian Disertasi. Apabila mahasiswa tidak lulus lagi maka tim promotor memberikan tugas khusus kepada mahasiswa untuk memperbaiki naskah disertasinya dan meningkatkan kemampuan akademiknya. Dalam periode waktu maksimum satu semester apabila   prestasi akademik mahasiswa tidak menunjukkan kemajuan yang nyata, mahasiswa yang bersangkutan terancam “gagal studi”.

    PREDIKAT KELULUSAN

    Gelar doktor diberikan kepada calon doktor (promovendus) yang dinyatakan lulus dalam ujian akhir disertasi. Kriteria predikat kelulusan doktor adalah sebagai berikut:

    1. Lulus dengan pujian (Cumlaude) : IPK ≥ 3,75 (ujian disertasi), tanpa nilai C, lama studi maksimal delapan semester, dan nilai ujian A.
      Telah mempublikasikan karya ilmiah  (sebagian atau seluruh hasil penelitian disertasi) pada jurnal ilmiah terakreditasi nasional (dua artikel) atau internasional (satu artikel)
    2. Lulus dengan predikat sangat memuaskan apabila :
      1. Mencapai IPK ≥ 3,75 tetapi tidak memenuhi syarat lainnya pada  butir (1).
      2. Lulus dengan IPK =  3,50 - 3,74.
    3. Lulus dengan predikat memuaskan, apabila mempunyai IPK = 3,00 - 3,49.

G.Evaluasi Keberhasilan Studi

      Keberhasilan studi mahasiswa dinyatakan dengan indeks prestasi (IP), yang ditulis dengan angka. Evaluasi keberhasilan studi mahasiswa dilaksanakan sekurang-kurangnya tiap akhir semester, tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga, tahun  keempat dan akhir studi.

  1. Program Diploma
    Evaluasi keberhasilan studi program diploma diatur dalam Pedoman Pendidikan Fakultas Penyelenggara Program Diploma
  2. Program Sarjana
    1. Evaluasi Keberhasilan Studi Akhir Semester
      Evaluasi keberhasilan studi akhir semester dilakukan pada setiap akhir semester, meliputi matakuliah yang diambil mahasiswa pada semester tersebut. Hasil evaluasi ini terutama digunakan untuk menentukan beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya dengan berpedoman pada ketentuan berikut :
    2. IP Semester yang diperoleh

      Beban studi dalam semester

      ≥3,00

      22  -  24 sks

      2,50  -  2,99

      19  -  21 sks

      2,00  -  2,49

      16  -  18 sks

      1,50  -  1,99

      12  -  15 sks

      <1,50

      <12 sks

    3. Evaluasi Keberhasilan Studi Tahun Pertama
      Pada akhir tahun pertama sejak mahasiswa terdaftar pada program sarjana di Universitas Brawijaya, diadakan evaluasi untuk menentukan apakah mahasiswa yang bersangkutan boleh melanjutkan studi atau tidak. Mahasiswa diperbolehkan melanjutkan studi apabila memenuhi persyaratan sbb:
      1. Mengumpulkan sekurang-kurangnya 24 sks
      2. Mencapai indeks prestasi (IP) sekurang-kurangnya 2,00 yang diperhitungkan dari 24 sks dari matakuliah yang terbaik nilainya.  
    4. Evaluasi Keberhasilan Studi Tahun Kedua
      Mahasiswa masih diperbolehkan melanjutkan studinya setelah tahun kedua, apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
      1. Mengumpulkan sekurang-kurangnya 48 sks
      2. Mencapai IP sekurang-kurangnya 2,00 yang diperhitungkan dari 48 sks dari nilai matakuliah yang terbaik.
    5. Evaluasi Keberhasilan Studi Tahun Ketiga
      Mahasiswa masih diperbolehkan melanjutkan studinya setelah tahun ketiga, apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
      1. Mengumpulkan sekurang-kurangnya 72 sks
      2. Mencapai IP sekurang-kurangnya 2,00 yang diperhitungkan dari 72 sks dari matakuliah yang terbaik nilainya.
    6. Evaluasi Keberhasilan Studi Tahun Keempat
      Mahasiswa masih diperbolehkan melanjutkan studinya setelah tahun keempat, apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
      1. Mengumpulkan sekurang-kurangnya 96 sks.
      2. Mencapai IP sekurang-kurangnya 2,00 yang diperhitungkan dari 96 sks dari nilai matakuliah yang terbaik.
    7. Evaluasi Keberhasilan Studi pada Akhir Studi Program Sarjana
    8. Jumlah kredit yang harus dikumpulkan oleh seorang mahasiswa untuk menyelesaikan studi program sarjana mencapai 144 - 160 sks termasuk skripsi/tugas lain yang ditentukan oleh fakultas masing-masing.

      Jumlah sks minimum ditentukan oleh masing-masing fakultas dalam batas sebaran tersebut. Mahasiswa yang telah mengumpulkan sekurang-kurangnya sejumlah sks minimum di atas dinyatakan telah menyelesaikan program studi sarjana apabila memenuhi syarat- syarat :
      1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,00
      2. Nilai D/D + tidak melebihi 10% dari beban kredit total, kecuali untuk matakuliah tertentu yang tidak diperbolehkan memperoleh nilai D/D+ yang diatur dalam Pedoman Pendidikan Fakultas.
      3. Tidak ada nilai E
      4. Lulus ujian sarjana
    9. Apabila indeks prestasi yang dicapai kurang dari 2,00 maka mahasiswa yang bersangkutan harus memperbaiki nilai matakuliah selama batas masa studi  belum dilampaui. Perbaikan harus dilakukan pada semester berikutnya saat matakuliah yang akan diperbaiki ditawarkan. Setiap matakuliah yang diperbaiki, nilai tertinggi yang digunakan untuk evaluasi.

  3. Program Pascasarjana
    1. Program Magister
      Program Magister (bagi peserta yang berpendidikan sarjana sebidang) dirancang dalam kurun waktu empat semester (2 tahun), dapat ditempuh kurang dari empat semester dan maksimal 8 semester (4 tahun).
      Bagi mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan studi dalam empat tahun tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka mahasiswa tersebut dinyatakan gagal mengikuti program magister.
      Lama studi tidak terhitung cuti akademik (terminal), dan setiap mahasiswa berhak cuti akademik sebanyak-banyaknya 2 (dua) semester selama studinya.

      Cuti akademik dapat diambil oleh mahasiswa dengan syarat (1) gangguan kesehatan/sakit dalam waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan melaksanakan proses pembelajaran, (2) cuti melahirkan, (3) berdomisili di suatu tempat yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan proses pembelajaran, (4) alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana.

    Evaluasi Keberhasilan

    1. Mahasiswa yang pada akhir semester  pertama  belum dapat mencapai IPK=2,75 untuk delapan sks terbaik akan diberi peringatan, agar berusaha lebih giat studinya untuk memperbaiki prestasi pada semester berikutnya.
    2. Mahasiswa yang pada akhir semester ke dua belum dapat  mencapai IPK 2,75 untuk 16 sks terbaik, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan gagal dan tidak diperkenankan melanjutkan studinya.
    3. Mata kuliah yang memperoleh nilai D wajib diulang dan nilai C dapat diulang. Pengulangan perkuliahan untuk mata kuliah tertentu hanya dapat dilakukan satu kali dan hasil nilai tertinggi ujian mata kuliah yang diulang tersebut adalah B.
    4. Bagi mahasiswa yang telah menempuh minimum 24 sks dengan IPK  minimum 2,75 tanpa nilai D, maka yang bersangkutan secara formal dapat mengajukan usulan penelitian tesis.
    5. Usulan penelitian tesis harus disetujui oleh Komisi Pembimbing dan  dipertahankan serta lulus di depan Tim Penilai Usulan Penelitian (yaitu Komisi Pembimbing ditambah dua penguji yang telah ditetapkan Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana berdasarkan usulan Ketua Program Studi).
    6. Mahasiswa yang telah lulus ujian usulan penelitian dan semua perbaikannya telah dilaksanakan dan telah ditujui oleh Komisi Pembimbing, dapat segera melaksanakan penelitian tesis.
    1. Program Doktor
       Evaluasi Keberhasilan
      1. Mahasiswa yang pada akhir semester  pertama  belum dapat mencapai IPK minimum 3,0 untuk 12 SKS terbaik akan diberi peringatan, agar berusaha lebih baik untuk memperbaiki prestasi akademiknya pada semester-semester berikutnya.
      2. Mahasiswa yang pada akhir semester pertama dapat  mencapai IPK ≥ 3.00 untuk 12 SKS terbaik, maka mahasiswa yang bersangkutan dapat mengajukan ujian kualifikasi pada semester ke dua.
      3. Mata kuliah yang memperoleh nilai D wajib diulang dan nilai C dapat diulang dan dilaksanakan pada semester berikutnya. Mata kuliah yang diulang hanya dapat dilakukan satu kali dan hasil nilai tertinggi ujian mata kuliah yang diulang adalah B.

H.Evaluasi Keberhasilan Studi Program Diploma, Dokter dan Spesialis I lebih lanjut diatur dalam Pedoman Pendidikan Fakultas/Program masing-masing.

I.Batas Masa Studi 

  1. Program Diploma

    Program diploma harus diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari lima tahun, terhitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa. Jika ternyata sampai batas masa studi yang ditentukan, mahasiswa belum dapat menyelesaikan studi, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak mampu melanjutkan studinya.
    Masa studi lima tahun tersebut tidak termasuk cuti akademik/terminal, tetapi bagi mahasiswa yang tidak mendaftar ulang tanpa seijin Rektor tetap  diperhitungkan sebagai masa studi.
    Bagi mahasiswa yang melampaui  masa studi  tiga tahun, akan diberlakukan ketentuan SPP Progresif
    .
  2. Program Sarjana

    Program sarjana harus diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari tujuh tahun, terhitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa. Jika ternyata sampai batas masa studi yang ditentukan, mahasiswa belum dapat menyelesaikan studi sarjananya, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak mampu melanjutkan  studinya.

    Masa studi tujuh tahun tersebut tidak termasuk cuti akademik/terminal, tetapi bagi mahasiswa yang tidak mendaftar ulang tanpa seijin Rektor tetap  diperhitungkan sebagai masa studi.
    Bagi mahasiswa yang melampaui  masa studi  empat tahun akan diberlakukan ketentuan SPP Progresif.

  3. Program Magister
    Program Magister (bagi peserta yang berpendidikan sarjana sebidang) dirancang dalam kurun waktu empat semester (2 tahun), dapat ditempuh kurang dari empat semester dan maksimal 8 semester (4 tahun)
    Bagi mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan studi dalam empat tahun tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka mahasiswa tersebut dinyatakan gagal mengikuti program magister.
    Lama studi tidak terhitung cuti akademik (terminal), dan setiap mahasiswa berhak cuti akademik sebanyak-banyaknya 2 (dua) semester selama studinya.

    Cuti akademik dapat diambil oleh mahasiswa dengan syarat (1) gangguan kesehatan/sakit dalam waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan melaksanakan proses pembelajar an, (2) cuti melahirkan, (3) berdomisili di suatu tempat yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan proses pembelajaran, (4) alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana

  4. Program Doktor
    Lama studi mahasiswa Program Doktor yang berasal dari lulusan S2 sebidang dijadwalkan 4 (empat) semester dan dapat ditempuh kurang dari empat semester dengan lama studi selama-lamanya 10 (sepuluh) semester. 
    Lama studi mahasiswa Program Doktor yang berasal dari lulusan S2 tidak sebidang ilmu dijadwalkan 5 (lima) semester dan dapat ditempuh kurang dari lima semester dengan lama studi selama-lamanya 11 (sebelas) semester. 
    Apabila ada sesuatu dan lain hal yang mengakibatkan terjadi keterlambatan masa studi mahasiswa, maka mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan perpanjangan studi kepada Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana (dengan persetujuan Promotor) sesuai dengan kesanggupan penyelesaian studi dalam waktu yang ditetapkan. Lama studi tidak terhitung cuti akademik, dan setiap mahasiswa berhak mengambil cuti akademik sebanyak-banyaknya 2 (dua) semester dalam masa studinya.
    Cuti akademik dapat diambil oleh mahasiswa dengan syarat (1) gangguan kesehatan / sakit (biofisik & psikologis) dalam waktu satu semester atau lebih, sehingga tidak memungkinkan melaksanakan proses pembelajaran disertasi secara efektif, (2) cuti melahirkan, (3) berdomisili di suatu tempat yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan proses pembelajaran, (4) alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh Pimpinan Penyelenggara Program Pascasarjana.

J.Program Semester Pendek pada Program Sarjana

  1. Definisi
    Program semester pendek adalah program perkuliahan yang dilaksanakan pada saat liburan semester genap.
  2. Tujuan
    Program semester pendek bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai matakuliah yang sudah pernah ditempuh dalam rangka meningkatkan indek prestasi kumulatif dan memperpendek masa studi serta menghindari terjadinya putus studi.
  3. Penyelenggaraan
    Penyelenggaraan program semester pendek meliputi kegiatan tatap muka, praktikum (bila matakuliah tersebut ada praktikumnya), tugas terstruktur, tugas mandiri dan ujian akhir. Waktu dan pelaksanaan penyelenggaraannya dilakukan oleh fakultas penyelenggara.
  4. Kurikulum dan Peraturan Akademik 
    Kurikulum dan peraturan akademik pada perkuliahan semester pendek tetap mengacu pada kurikulum dan peraturan akademik yang berlaku saat itu, dengan ketentuan tambahan bahwa praktikum yang sudah lulus tidak perlu mengulang.
  5. Nilai Mata Kuliah yang diambil pada semester pendek maksimal B+.

K.Kuliah antar Fakultas

Mahasiswa yang mengikuti kuliah lintas fakultas akan dikenakan biaya dengan satuan sks pada fakultas yang diikuti.