Download File *.Doc  

BAB I :PENDAHULUAN

  1. Sejarah
  2. Perkembangan Bidang Akademik
  3. Visi, Misi, Dasar dan Tujuan Pendidikan

BAB II:MACAM PENERIMAAN MAHASISWA BARU DAN MACAM PROGRAM STUDI

  1. Macam Penerimaan Mahasiswa Baru
  2. Macam Program Studi

BAB III : SISTEM PENDIDIKAN

  1. Pengertian Dasar Sistem Kredit Semester (SKS)
  2. Nilai Kredit dan Beban Studi
  3. Kurikulum
  4. Penilaian Kemampuan Akademik
  5. Sanksi Akademik
  6. Ujian Tugas Akhir Program Diploma, Sarjana, Pascasarjana dan Ujian Profesi
  7. Evaluasi Keberhasilan Studi
  8. Evaluasi Keberhasilan Studi Program Diploma, Dokter dan Spesialis I
  9. Batas Masa Studi
  10. Program Semester Pendek pada Program Sarjana
  11. Kuliah antar Fakultas

BAB IV:ADMINISTRASI PENDIDIKAN

  1. Syarat-syarat Administrasi Sistem Kredit
  2. Pelaksanaan Administrasi Sistem Kredit
  3. Registrasi Mahasiswa
  4. Ketentuan Pembayaran Biaya Studi
  5. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  6. Mutasi Mahasiswa
  7. Perpindahan Mahasiswa ke Unibraw
  8. Perpindahan Mahasiswa Antar Fakultas di Unibraw
  9. Perpindahan Mahasiswa Antar Jurusan dalam satu Fakultas di Unibraw
  10. Perpindahan Mahasiswa Antar Program Studi
  11. Alih Program Diploma III Ke Program Sarjana
  12. Peraturan Alih Program Dari Program Diploma I Bahasa Inggris Ke Program Diploma III Bahasa Inggris Unibraw
  13. Kelulusan Pascasarjana, Sarjana dan Program Diploma

BAB V :TATA TERTIB KELUARGA BESAR UNIBRAW

  1. Ketentuan Umum
  2. Hak dan Kewajiban
  3. Tata Krama Pergaulan dan Tanggungjawab
  4. Pelanggaran Terhadap Tata Tertib
  5. Sanksi
  6. Panitia Pertimbangan Pelanggaran Tata Tertib (PANTIB)
  7. Ketentuan Tambahan

BAB VI :BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) DANPENASEHAT AKADEMIK (PA)

  1. Bimbingan dan Konseling
  2. Penasehat Akademik

BAB VII :PELAYANAN PERPUSTAKAAN, MATA KULIAH UMUM , KOMPUTER DAN
BIDANG STUDI BAHASA

  1. Pelayanan Perpustakaan
  2. Pelayanan UPT MKU
  3. Pelayanan UPT Pusat Komputer
  4. Pelayanan UPT Bidang Studi Bahasa

Lampiran :
1.Salinan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 178/U/2001 Tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi

TIM PENYUSUN PEDOMAN

 
 
  

Bab I
PENDAHULUAN

A.Sejarah

Universitas Brawijaya yang berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur, didirikan pada tanggal 5 Januari 1963 dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor : 1 tahun 1963, dan kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 196 tahun 1963 tertanggal 23 September 1963.

Universitas ini semula berstatus swasta, dengan embrio yang ada sejak tahun 1957, yaitu berupa 2 fakultas : Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Universitas Swasta Sawerigading, Makassar (Ujung Pandang). Kedua fakultas itu perkembangannya nampak kurang menggembirakan, sehingga di kalangan mahasiswa timbul keresahan.

Beberapa orang tokoh mahasiswa yang menyadari hal ini kemudian mengadakan pendekatan-pendekatan kepada para pemuka masyarakat. Akhirnya, pada suatu  pertemuan yang mereka lakukan di Balai Kota Malang pada tanggal 10 Mei 1957, tercetus gagasan untuk mendirikan sebuah Universitas Kotapraja (Gemeentelijke Universiteit) yang diharapkan lebih dapat menjamin masa depan para mahasiswa.

Sebagai langkah pertama ke arah itu, dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Malang pada tanggal 28 Mei 1957. Yayasan ini kemudian membuka Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM) pada tanggal 1 Juli 1957. Mahasiswa dan dosen PTHPM terdiri dari bekas mahasiswa  dan dosen Fakultas Hukum Universitas Sawerigading. Hampir bersamaan dengan itu, pada tanggal 15 Agustus 1957 sebuah Yayasan lain, yakni Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (PTEM). Pada perkembangan berikutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotapraja Malang dengan sebuah keputusannya tertanggal 19 Juli 1958 mengakui PTHPM sebagai milik Kotapraja Malang. Pada peringatan Dies Natalies ke III PTHPM tanggal 1 Juli 1960, diresmikan pemakaian nama Universitas Kotapraja Malang. Universitas itu kemudian mendirikan Fakultas Administrasi Niaga (FAN) pada tanggal 10 Nopember 1960.

Pada acara Peringatan Dies Natalis pertama Universitas Kotapraja Malang, nama Universitas ini diganti menjadi Universitas Brawijaya. Nama ini diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui kawat nomor : 258/K/1961 tanggal 11 Juli 1961.

Selanjutnya pada tanggal 3 Oktober 1961 diadakan penggabungan antara  Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang yang mengasuh PTEM ke dalam sebuah yayasan baru yang bernama Yayasan Universitas Malang.

Dengan demikian Universitas Brawijaya memiliki 4 buah fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) yang semula PTHPM, Fakultas Ekonomi (FE) yang semula bernama PTEM, Fakultas Administrasi Niaga (FAN) dan Fakultas Pertanian (FP). Penggabungan tersebut adalah salah satu usaha yang harus ditempuh untuk memperoleh status negeri bagi Universitas Brawijaya, karena sebelum itu walaupun diakui sebagai milik  Kotapraja Malang, semua pembiayaan Universitas masih menjadi tanggungjawab Yayasan. Guna memenuhi syarat penegerian, maka pada tanggal 26 Oktober 1961 Universitas Brawijaya mendirikan sebuah Fakultas baru yaitu Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP).

Usaha yang dirintis selama beberapa tahun tersebut akhirnya menemui titik terang. Dalam sebuah pertemuan antara Panglima Daerah Militer VIII Brawijaya, Presiden Universitas Brawijaya, Presiden Universitas Tawangalun (Jember) serta Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada tanggal 7 Juli 1962, ternyata Menteri PTIP menyanggupi untuk menegerikan Universitas Brawijaya secara bertahap. Yang akan dinegerikan pertama adalah fakultas-fakultas eksakta, sedangkan fakultas sosial masih dalam pertimbangan.

Dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor : 92 tertanggal 1 Agustus 1962 Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan diberi status negeri, terhitung sejak tanggal 1 Juli 1962 dan berada di bawah naungan Universitas Airlangga.

Sambil menunggu proses selanjutnya, pada tanggal 30 September 1962, Fakultas Administrasi Niaga diubah namanya menjadi Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK), untuk menyesuaikan diri dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 22 tahun 1961.

Sementara itu di Probolinggo pada tanggal 28 Oktober 1961 dibuka sebuah Perguruan Tinggi Jurusan Perikanan Laut oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Probolinggo. Jurusan ini kemudian menjadi salah satu jurusan dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, yakni berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 163 tahun 1963 tanggal 25 Mei 1963.

Pada tanggal 5 Januari 1963, Universitas Brawijaya dengan seluruh fakultasnya dinegerikan dengan Keputusan Menteri PTIP Nomor 1 tahun 1963. Fakultas Pertanian serta Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan yang semula berada di bawah naungan Universitas Airlangga dikembalikan ke Universitas Brawijaya. Selain itu diresmikan pula cabang-cabang Universitas Brawijaya di Jember, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Kedokteran. Cabang di Jember ini semula adalah fakultas-fakultas dari Universitas Tawangalun.

Dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 97 tahun 1963 Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan di Kediri, terhitung sejak tanggal 15 Agustus 1963 ditetapkan sebagai cabang Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas Brawijaya.

Surat Keputusan Menteri PTIP tentang penegerian itu telah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 tahun 1963 yang berlaku sejak tanggal 5 Januari 1963. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya.

B.Perkembangan Bidang Akademik

Pada awal berdirinya tahun 1963 Universitas Brawijaya membuka lagi satu fakultas, yakni Fakultas Teknik berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 167 tahun 1963 tanggal 23 Oktober 1963. Pada tahun 1964 cabang-cabang di Jember memisahkan diri untuk kemudian membentuk Universitas Jember. Sedangkan Fakultas Kedokteran dibubarkan dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 54 tahun 1964 tanggal 23 Mei 1964. Dengan demikian Universitas Brawijaya pada saat itu memiliki 6 (enam) fakultas dengan dua cabang di Probolinggo dan Kediri.

Universitas ini terus berkembang, sementara situasi nasional semakin memburuk dan mencapai klimaksnya pada tanggal 30 September 1965 dengan meletusnya Pemberontakan G30S/PKI. Seluruh perguruan tinggi bergolak, termasuk Universitas Brawijaya sehingga aktivitasnya terhenti secara total sejak tanggal 2 April 1966.

Untuk mengatasi keadaan ini, PU Pepelrada/Komandan Korem 083 dengan Surat Keputusan Menteri Nomor 012/IV/66 menetapkan pimpinan Universitas Brawijaya yang berupa sebuah Presidium, di samping juga menetapkan para Caretaker Dekan untuk memimpin Fakultas-Fakultas. Keputusan ini kemudian disahkan oleh Deputy Menteri PTIP dengan Surat Keputusan Nomor 4358 tahun 1966.   Presidium itu mulai bekerja pada tanggal 7 April 1966 dan membuka kembali Universitas Brawijaya pada tanggal 12 April 1966.

Setelah mengalami proses penggantian Ketua Presidium dan kemudian dipimpin oleh Pejabat Rektor selama 3 tahun, akhirnya secara berangsur-angsur keadaan menjadi normal kembali. Universitas Brawijaya kembali dipimpin oleh seorang Rektor difinitif melalui proses penggantian yang wajar pada tahun 1966. Seterusnya proses itu berlangsung secara periodik setiap 4 tahun.

Perkembangan sarana fisik, penambahan dan pembinaan staf pengajar maupun administratif serta usaha-usaha peningkatan mutu ilmiah, sejak jaman Orde Baru terus dilaksanakan secara intensif. Guna memudahkan manajemen dan pengembangannya, yang berada di Probolinggo dan Kediri secara berangsur-angsur dipindahkan ke Malang.

Adapun Jurusan Kedokteran Hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan yang didirikan pada akhir tahun 1970 di Surabaya, sejak bulan Agustus 1973 bergabung dengan Universitas Airlangga. Sementara itu dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 220/1973 tanggal 3 Desember 1973, Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan terhitung sejak 1 Januari 1973 namanya diubah menjadi Fakultas Peternakan. Fakultas ini kemudian disempurnakan lagi namanya menjadi Fakultas Peternakan dan Perikanan (FPP) dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51/SK/77 tanggal 5 Juli 1977.

Selanjutnya pada tahun 1982 Fakultas Peternakan dan Perikanan ini dipecah menjadi dua fakultas yaitu Fakultas Peternakan dan Fakultas Perikanan dengan PP No. 27 tahun 1982.

Banyaknya fakultas bertambah lagi terhitung mulai tanggal 1 Januari 1974, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 001/0/1974, Sekolah Tinggi Kedokteran Malang (STKM) yang didirikan pada tanggal 14 September 1963 diresmikan menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Dengan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 045/DIKTI/Kep/1991 tanggal 29 Juli 1991 dengan resmi Fakultas Kedokteran telah membuka Program Studi Ilmu Bedah yang merupakan program pendidikan Dokter Spesialis I. Dengan keputusan Dirjen Dikti Nomor 036/U/1993 tanggal 9 Pebruari 1993, diakuinya Sarjana Kedokteran (S.Ked.), maka program pendidikan Fakultas Kedokteran menjadi program pendidikan Akademik (Sarjana Kedokteran) dan program pendidikan profesi (Dokter). Selain Program Spesialis Ilmu Bedah, sejak tahun 2000 Fakultas Kedokteran telah membuka Program Spesialis : Ilmu Penyakit Paru, Ilmu Penyakit Dalam, Patologi Klinik dan Obstetri & Ginekologi dan pada tahun 2003 bertambah Program Spesialis Ilmu Penyakit Mata dan Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

Dalam perkembangan lebih lanjut, Universitas Brawijaya memiliki Fakultas-Fakultas yang masing-masing adalah Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikanan, dan Politeknik. Sedangkan untuk Program Diploma III (DIII) meliputi Akuntansi, Koperasi, Kesekretariatan, Perkebunan dan Pertanian, dan Bahasa Inggris.

Pada tahun akademik 1984/1985 telah dibuka Program Studi Teknologi Pertanian pada Fakultas Pertanian. Program studi ini direncanakan untuk menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tahun 1981, Universitas Brawijaya merintis penyelenggaraan Program Pascasarjana dengan cara bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan dikenal dengan nama Program Kegiatan Pengumpulan Kredit (KPK) UGM-UNIBRAW. Selanjutnya penyelenggaraan Program Pascasarjana tersebut disyahkan oleh Menteri Pendidikan Nomor 325/DII/1982 (Program Studi Ekonomi Pertanian), Nomor 348/D/1982 (Program Studi Ilmu Tanaman) dan Nomor 1872/DK/1985 (Program Studi Pengelolaan Tanah dan Air).

Berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 104, 105 dan 106 tahun 1993 Universitas Brawijaya telah memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan Program Pascasarjana dengan program studi Ekonomi Pertanian, Pengelolaan Tanah dan Air, dan Ilmu Tanaman secara mandiri. Pada tanggal 11 September 1993 bertempat di gedung Widya Loka Universitas Brawijaya Malang, Rektor UGM menyerahkan pengelolaan Program Pascasarjana KPK UGM – UNIBRAW kepada Rektor Universitas Brawijaya, maka nama Program Pasca KPK UGM – UNIBRAW diubah menjadi Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, yang mengelola 3 Program Studi seperti tersebut di atas.

Pada tahun 1995 Program Pascasarjana membuka lagi 7 Program studi yaitu Teknologi Pasca Panen, Ilmu Ternak, Manajemen, Ilmu Administrasi, Biomedik, Biologi Molekuler Reproduksi, dan Teknik Sumberdaya Air. Pada bulan Oktober 1995, Program Studi Ilmu Administrasi Niaga mendapat Surat Keputusan Penyelenggaraannya dari Dirjen Dikti dengan Nomor  479/Dikti/Kep/95. Dalam perkembangan selanjutnya pada tahun akademik 1997/1998 telah dibuka Program Studi Ilmu Administrasi Negara  dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 496/Dikti/Kep/96 tanggal 16 Oktober 1996, Program Studi Ilmu Hukum dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 72/Dikti/Kep/1997 tanggal 7 April 1997. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 208/Dikti/Kep/1997 tanggal 21 Juli 1997 diselenggarakan Program Doktor Ilmu-Ilmu Pertanian di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya mulai tahun akademik 1997/1998. Pada tahun 2000 dibuka Program Doktor untuk Ilmu Ekonomi dan Program Biomedik, sedangkan Program Doktor Ilmu Administrasi dan Program Doktor Ilmu Hukum dibuka pada tahun 2001.

Pada tahun akademik 1987/1988, telah dikukuhkan 4 program studi, dengan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 21, 22, 23 dan 28 tahun 1989 yaitu Program Studi Biologi dan Kimia yang berada di bawah Fakultas Pertanian serta Program Studi Matematika dan Fisika yang berada di bawah Fakultas Teknik. Sesuai yang direncanakan, keempat Program Studi tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0371/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993 diresmikan menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Pada tahun akademik 1995/1996 Universitas Brawijaya membuka beberapa program diploma, yaitu Program Diploma III Bahasa Inggris yang menggantikan program Diploma I, program Diploma III Perpajakan, Peternakan, Agribisnis Perikanan, Manajemen Informatika dan Teknik Komputer dengan minat Manajemen Informatika dan minat Teknik Komputer.

Pada tahun 1997 melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor 78/Dikti/Kep/1997 tanggal 22 April 1997 dibuka program studi baru di Fakultas Pertanian yaitu Program Studi Pemuliaan Tanaman.

Pada tahun akademik 1997/1998 Universitas Brawijaya membuka Program  Diploma III Keuangan dan Perbankan, Pariwisata, Agribisnis Pertanian, Arsitektur Pertamanan, Teknologi Industri Pertanian dan Analis Kimia. Program Diploma III ini berkembang terus dengan bertambahnya Program Studi Bahasa Jepang, Perancis dan Bahasa Arab pada tahun 2003.

Dalam perkembangan selanjutnya, Universitas Brawijaya  pada tahun akademik 1998/1999 menambah fakultas dan program studi baru yaitu Fakultas Teknologi Pertanian yang merupakan pemisahan dari Fakultas Pertanian dengan Program Studi  Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian dan Teknologi Industri Pertanian berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud Nomor 012a/O/1998 tanggal 26 Januari 1998, sedangkan program studi baru yaitu Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Teknik serta Program Studi Statistika pada jurusan Matematika Fakultas MIPA, masing-masing berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud  Nomor 69/Dikti/Kep/1998 tanggal 2 Maret 1998 dan Nomor 54/Dikti/Kep/1998 tanggal 23 Pebruari 1998. Pada tahun akademik 2000/2001 telah dibuka program studi baru S1 Sastra Inggris dengan Surat Keputusan Nomor 448/Dikti/Kep/1999 tanggal 17 Desember 1999. Pada tahun 2002 dengan SK. Nomor 1594/D/T/2002 dibuka Program Studi Ilmu Komputer, sedangkan pada tahun 2004 dibuka Program Studi Sosiologi dan Ilmu Komunikasi dengan SK. Nomor 3545/D/T/2003, serta Ilmu Gizi dengan SK. Nomor 1031/D/T/2004 tanggal 27 Februari 2004.

Berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 2004/D/T/2005 tanggal 24 Juni 2005 Program Studi Teknologi Industri sudah mendapat ijin penyelenggaraan dan pada awal tahun ajaran 2005/2006 sudah menerima mahasiswa baru dan dengan SK Nomor 109/Dikti/Kep/2005 tanggal 15 Agustus 2005 Program Studi Perencanaan dan Wilayah Kota telah menjadi Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Sedangkan dengan SK Nomor 226/D/O/2006 tanggal 2 Oktober 2006 terjadi pembentukan jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan pada Fakultas Perikanan. 

Pada tahun 2007 dengan Ijin Penyelenggaraan Dirjen Dikti Nomor 1504/D/T/2007 tanggal 22 Juni 2007 telah dibuka  Program Studi Ilmu Ekonomi untuk program  doktor,  Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Program Studi  Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan untuk program magister, dan Program Studi Sastra Jepang serta Program Studi Psikologi untuk program sarjana.  Hal ini berkembang lagi dengan terbitnya Ijin Penyelenggaraan Dirjen Dikti Nomor 1575/D/T/2007  tanggal 29 Juni 2007  telah dibuka  Program Studi Ilmu Akuntansi untuk jenjang doktor, Program Studi Elektro untuk jenjang magister dan Program Studi Teknik Perangkat Lunak untuk jenjang sarjana dan dengan Ijin Penyelenggaraan No. 1621/D/T/2007 tanggal 6 Juli 2007 telah dibuka Program Studi Hubungan Internasional untuk jenjang sarjana.

Selain program S1 reguler di atas, sejak tahun akademik 1995/1996 telah dibuka program S1 Non Reguler pada Fakultas Hukum dan untuk tahun akademik berikutnya dibuka pada Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Pertanian. Mulai tahun 2003 berdasarkan Kep. Men. No. 28/DIKTI/Kep/2002 tidak ada lagi status mahasiswa Non Reguler.

Berdasarkan Statuta yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional pada tahun 2002, Universitas Brawijaya mempunyai Lembaga Penelitian yang merupakan unsur pelaksana di lingkungan Universitas dalam mengkoordinir, memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas atau Pusat Penelitian. Selain itu, Lembaga Penelitian ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi dan sumberdaya yang diperlukan, serta memberikan perlindungan terhadap produk penelitian yang dihasilkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lembaga Penelitian mengkoordinir 5 (lima) Pusat Penelitian yaitu : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Pusat Penelitian Kependudukan, Pusat Penelitian Pembangunan Wilayah Pedesaan, Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Pusat Penelitian Peran Wanita. Organisasi Lembaga Penelitian terdiri dari Ketua, Sekretaris, Tenaga Ahli dan Tenaga Administrasi. Masing-masing Pusat Penelitian dipimpin oleh Kepala Pusat dan mempunyai kelompok-kelompok peneliti.

Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Barawijaya melaksanakan kegiatan yang mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dharma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat, di mana kegiatan ini sesuai dengan salah satu misi Universitas Brawijaya yakni, mengembangkan dan menyebarluaskan Iptek serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

Rektor Universitas Brawijaya dengan SK Nomor 020/SK/1998 tanggal 12 Maret 1998 telah membentuk Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Brawijaya disingkat LP3-Unibraw.

Lembaga ini mempunyai 4 pusat yaitu Pusat Pengembangan dan Peningkatan Aktivitas Instruksional, Pusat Pengembangan Relevansi Pendidikan, Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional,  dan Pusat Pengembangan Manajemen Pendidikan. Organisasi Lembaga ini terdiri dari Ketua dan Sekretaris serta masing-masing pusat dipimpin oleh Ketua Pusat.

Lembaga ini mempunyai tugas pokok melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu staf  pengajar dalam proses belajar mengajar, mengkaji dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi, mengkaji penataan fakultas, jurusan, program studi, pascasarjana dan diploma dalam kerangka pelaksanaan pendidikan akademik dan profesional yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan pembangunan nasional, serta mengkaji dan mengembangkan cara-cara pelaksanaan pendidikan akademik dan profesional yang efisien.

Dari lembaga ini diharapkan akan lahir gagasan, konsep-konsep inovasi dan pandangan-pandangan baru dalam bidang keilmuan kependidikan yang pada gilirannya akan dapat mewujudkan salah satu visi Universitas Brawijaya, yaitu Universitas Brawijaya sebagai “centre of ideas”.

Selain ketiga lembaga tersebut di atas, untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Brawijaya telah dibentuk Unit-unit Pelaksana Teknis, yaitu Perpustakaan, Mata Kuliah Umum (MKU), Pusat Komputer dan Bidang Studi Bahasa, Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPPTI), serta Pusat Jaminan Mutu.

Pada saat ini  Universitas Brawijaya sedang mempersiapkan diri untuk menuju perguruan tinggi negeri yang otonom dan telah memperoleh berbagai hibah kompetisi antara lain DUE Like, Semi QUE, TPSDP, SP4, A2, A3,INHERENT K1 serta I-MHERE.

C.Visi, Misi, Dasar dan Tujuan Pendidikan

  1. Visi

    Menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

  2. Misi
    1. Membangkitkan kekuatan moral dan kesadaran tentang keberadaan penciptaan alam oleh Tuhan Yang Esa dan sadar bahwa setiap kehidupan mempunyai hak untuk dihargai.
    2. Menyelenggarakan proses pendidikan agar peserta  didik menjadi manusia yang berkemampuan akademik dan/atau professional yang berkualitas serta berkepribadian.
    3.  Melakukan pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora dan seni, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
  3. Dasar Pendidikan
    Pendidikan Tinggi dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Nasional diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 232/U/2000. Sesuai dengan keputusan tersebut, pendidikan akademik yang terdiri atas program sarjana, program magister dan program doktor, adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Pendidikan profesional adalah program pendidikan diploma yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu, sedangkan pendidikan profesi adalah pendidikan tambahan setelah program sarjana untuk memperoleh keahlian dan sebutan profesi dalam bidang tertentu.
  4. Tujuan Pendidikan
    1. Program Diploma
      Pada dasarnya pendidikan program non gelar atau program diploma di Universitas Brawijaya sifatnya terminal dan mempunyai program pendidikan sebagai berikut :
      1. Pendidikan Program Diploma I, dengan kode DI adalah jenjang pertama program non gelar yang mempunyai beban studi minimal 40 sks dan maksimal 50 sks yamg dijadwalkan untuk 2 semester. Lama studi program DI antara 2 sampai 4 semester setelah pendidikan menengah.
      2.  Pendidikan Program Diploma tiga, dengan kode program DIII adalah program non gelar yang mempunyai beban studi minimal 110 sks dan maksimal 120 sks yang dijadwalkan untuk 6 semester dan dapat ditempuh sampai 10 semester setelah pendidikan menengah.
      3.  Pendidikan Program Diploma IV adalah jenjang keempat program non gelar yang mempunyai beban studi minimal 144 sks dan masimal 160 sks setelah pendidikan menengah yang dijadwalkan untuk 8  semester dan dapat ditempuh antara 8 sampai 14 semester.

    Tujuan pendidikan program diploma diarahkan pada lulusan yang menguasai kemampuan dan ketrampilan dalam bidang teknologi tertentu dan mandiri dalam pelaksanaan maupun tanggungjawab pekerjaannya, serta mampu melaksanakan pengawasan dan bimbingan atas dasar ketrampilan manajerial yang dimilikinya.

    1. Program Sarjana
      Program Sarjana diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :
      1. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan ketrampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya.
      2.  Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama.
      3.  Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di bidang keahliannya maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat.
      4.  Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian yang merupakan keahliannya.
    2. Program Dokter
      Tujuan pendidikan  Dokter adalah menghasilkan lulusan yang mempunyai cukup pengetahuan, ketrampilan dan sikap untuk :
      1. Melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, mencakup hal-hal sebagai berikut :
        1. Mengenal, merumuskan dan menyusun prioritas masalah kesehatan masyarakat sekarang dan yang akan datang serta berusaha bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut melalui perencanaan, implementasi dan evaluasi program-program yang bersifat promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.
        2. Memecahkan masalah-masalah kesehatan penderita dengan menggunakan pengetahuan, ketrampilan klinik, laboratorium serta observasi, pencatatan yang baik untuk mengidentifikasi, mendiagnosa, melakukan usaha pencegahan, meminta konsultasi, mengerjakan usaha rehabilitasi masalah kesehatan penderita dengan berlandaskan etika kedokteran, mengingat aspek jasmani, rohani dan sosio-budayanya.
        3. Memanfaatkan sebaik-baiknya  sumber daya dan tenaga lainnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
        4. Bekerja selaku unsur pimpinan dalam suatu tim kesehatan.
        5. Menyadari bahwa sistem pelayanan kesehatan yang baik adalah suatu faktor penting dalam ekosistem yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
        6. Mendidik dan mengikutsertakan  masyarakat  untuk  meningkatkan taraf kesehatan.
      2. Senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri dalam segi ilmu kedokteran sesuai dengan bakatnya, dengan berpedoman pada pendidikan sepanjang hayat.
      3. Menilai kegiatan profesinya secara berkala, menyadari keperluan untuk menambah pendidikannya, memilih sumber-sumber pendidikan yang serasi, serta menilai kemajuan yang telah tercapai secara klinis.
      4. Mengembangkan ilmu kesehatan, khususnya ilmu kedokteran dengan ikut serta dalam pendidikan dan penelitian, mencari penyelesaian masalah kesehatan penderita, sistem pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan serta usaha medis.
      5.  Memelihara, mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesinya seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya, menaruh perhatian serta penghargaan terhadap sesama manusia sesuai dengan etika kedokteran.
      6.  Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, bersikap terbuka, dapat menerima perubahan, berorientasi kemasa depan dan mendidik serta mengajak masyarakat ke arah sikap yang sama.
    3. Program Magister
      Program magister diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
      1. Mempunyai kemampuan mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian dengan cara menguasai dan memahami, pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai ketrampilan penerapannya.
      2. Mempunyai kemampuan memecahkan permasalahan di bidang keahliannya melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah.
      3. Mempunyai kemampuan mengembangkan kinerja profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.
    4. Program Spesialis I (SpI)
      Tujuan pendidikan dokter Sp1 adalah setelah melalui proses belajar dengan suatu kurikulum menghasilkan lulusan yang :
      1. Mempunyai rasa tanggung jawab  dalam pengamalan ilmu kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah berdasarkan Pancasila.
      2. Mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidangnya serta mempunyai ketrampilan dan sikap yang baik sehingga sanggup memahami dan memecahkan masalah kesehatan secara ilmiah serta dapat mengamalkan ilmu kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya secara optimal.
      3. Mampu menentukan, merencanakan dan melaksanakan, penelitian secara mandiri serta mengembangkan ilmu ketingkat akademik lebih tinggi.
      4. Mampu mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etika ilmu dan etika profesi.
    5. Program Doktor
      Program Doktor diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :
      1. Mempunyai kemampuan mengembangkan konsep ilmu, teknologi, dan/atau kesenian baru di dalam bidang keahliannya melalui penelitian;
      2. Mempunyai kemampuan mengelola, memimpin dan mengembangkan program penelitian;
      3. Mempunyai kemampuan pendekatan interdisipliner dalam berkarya di bidang keahliannya.